Jangan bimbang terhadap janji Tuhan

Roma 4:20-21 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.


Dalam kehidupan di dunia ini ada begitu banyak orang suka berjanji, atasan yang berjanji kepada bawahan akan menaikkan jabatannya apabila sudah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan, berjanji kepada keluarga akan makan malam apabila sudah pulang ke rumah, berjanji kepada rakyat akan memberikan yang terbaik apabila telah terpilih menjadi wakil rakyat, berjanji pada pacar apabila ini dan itu, dan lain sebagainya. Orang begitu mudah untuk menyatakan janji, namun sangat jarang seseorang menepati janjinya, apalagi yang menyangkut kepentingan orang banyak. Janji palsu dan janji-janji lainnya sering dilontarkan dalam rangka memperoleh hasil akhir yaitu untuk mencapai hasrat di dalam hati. Itulah janji manusia yang tidak dapat dipenuhi karena hanya untuk memenuhi tujuan pribadi.


Bagaimana dengan janji Tuhan? Tuhan pernah berjanji kepada Abraham akan menjadikannya sebagai bangsa yang besar dan memiliki banyak keturunan. Tuhan juga berjanji akan memberkati Abraham dan keturunannya. Ketika Tuhan berjanji kepada Abraham, kelihatannya Tuhan mengingkari dan tidak memenuhinya karena begitu lama Abraham menanti janji itu sehingga mengalami putus asa. Beberapa kali Abraham mengeluh kepada Tuhan akan janjiNya. Namun, seperti diketahui bersama bahwa walaupun Sarah sudah mati pucuk dan secara manusia tidak lagi birahi kepada suami, tapi Tuhan dapat memberikan keturunan kepada Abraham. Ternyata janji Tuhan tidak pernah tidak ditepati, selalu ditepati tepat pada waktunya. Abraham dan istrinya saja yang tidak sabar menanti janji Tuhan sehingga melakukan kesalahan yaitu Sara memberikan hambanya menjadi istri Abraham, karena pikirnya janji Tuhan tidak mungkin lagi digenapi terhadap dirinya.


Janji Tuhan ya dan amin dan merupakan janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.(Mazmur 12:16). Dia tidak pernah lalai menepati janjiNya. Seperti fajar yang selalu tidak pernah terlambat bersinar pada pagi hari, demikianlah janji Tuhan kepada umatNya. Ada begitu banyak umat Tuhan menganggap bahwa janji-janji yang ada adalah hanya bagi bangsa Israel semata, padahal janji itu adalah juga ditujukan bagi umat yang percaya kepadaNya. Setiap janji yang Dia berikan kepada Abraham adalah juga ditujukan kepada kita umat yang beriman kepada Yesus Kristus (Galatia 3:14). Janji itu berupa berkat dan kehidupan kekal yang ditujukan bagi barang siapa yang percaya kepadaNya. Namun perkaranya, umat Tuhan sering tidak memahami dan tidak mengerti terhadap kehendak Tuhan terutama terhadap janjiNya. Ketika menantikan pemulihan keuangan keluarga, ada begitu banyak umat Tuhan tidak sabar terhadap janji Tuhan yang akan memberkati setiap pekerjaan yang dilakukan sehingga selalu mengeluh kepada Tuhan. Ketika menantikan adanya seorang anak untuk sebuah garis keturunan keluarga, kita tidak sabar dan menganggap bahwa Tuhan tidak memperhatikan umatNya, sehingga melakukan upaya-upaya yang tidak berkenan kepadaNya. Ketika menantikan janji Tuhan untuk sebuah karir dan pekerjaan yang baik, kita tidak sabar akan keadaan yang begitu-begitu saja sehingga berupaya dengan kekuatan sendiri, dan lain sebagainya. Ketidaksabaran dalam menanti suatu janji Tuhan kepada kehidupan kita, seringkali membuahkan suatu akibat yang tidak pernah kita pikirkan dan perhitungkan dari semula. Ketidaksabaran Sarah dalam menanti janji Tuhan berakibat adanya perselisihan antara keturunan Ishak dan Ismael yang masih terjadi sampai sekarang. Ada begitu banyak contoh mengenai tokoh-tokoh di Alkitab yang tidak sabar dalam menanti janji Tuhan sehingga harus menuai akibatnya. Oleh karena itu, hal yang harus diingat adalah bahwa Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya, sehingga kita tidak perlu bimbang dan ragu pada janjiNya. Ketika kita merasa bimbang dan ragu terhadap janjiNya, mintalah pertolongan Roh Kudus untuk meneguhkan kita. Percayalah bahwa JanjiNya akan selalu ditepati, cepat atau lambat seturut dan sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan dalam kehidupan kita demi kemuliaan namaNya. Terpujilah nama Tuhan. Amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar